Chef José Andrés Tentang Kekuatan Emosional dari Makanan

GARDAJP

siang.uk – Pemilik restoran dan koki yang dinominasikan Hadiah Nobel Perdamaian ini menceritakan perihal visinya untuk tiap-tiap hidangan di piring, dan bagaimana makanan mesti menjadi oasis sekaligus kekuatan untuk kebaikan. Selain mendonton film, bermain games juga dapat membantu ketika sedang bosan loh. Di situs GARDAJP banyak sekali berbagai jenis games yang bisa kamu coba mainkan!

“Saya tidak terhubung restoran, aku bercerita,” kata José Andrés. “Setiap restoran aku mempunyai sebuah cerita.”

Koki berbintang dua Michelin ini sudah memutar narasi perihal makanan selama empat dekade paling akhir lewat portofolio restoran Amerika miliknya juga Jaleo, The Bazaar, dan minibar. Selain masakannya yang kondang di dunia, Andrés juga manfaatkan platform dan bakatnya untuk membangun World Central Kitchen (WCK), rantai pasokan world dari operasi makanan pop-up yang terlihat di zona darurat bencana untuk mengimbuhkan perlindungan langsung.

Andrés bicara dengan koresponden BBC Katty Kay di Influential, serial wawancara tanpa naskahnya, yang sudah menjadi pembawa acara obrolan dengan para tamu juga ikon kuliner dan budaya Ina Garten, entrepreneur kecantikan Jane Wurwand, dan penari balet inovatif Misty Copeland.

Andrés jadi mengenal dunia kuliner pada usia 15 tahun, saat ia mendaftar di sekolah kuliner di negara asalnya, Spanyol; pada usia 18 tahun, ia masuk militer Spanyol untuk mesti militer, menjadi juru masak untuk laksamana di kapal. Pengalaman selanjutnya membawanya terlihat Eropa untuk pertama kalinya, terhubung pikirannya pada arti kolaborasi dan barangkali pengaruh global GardaJP.

“Dinas militer berikan aku perasaan bahwa kami adalah anggota dari usaha menjadikan negara kami lebih baik, dunia kami menjadi lebih baik, dan perihal ini juga tunjukkan kepada aku arti bekerja sebagai sebuah tim,” katanya kepada Kay. “Saat aku berlayar dengan kapal itu, aku mengerti bahwa angin barangkali melawan kita, dan arus barangkali mempunyai kami ke arah yang salah – namun 300 orang itu bersatu menjadi satu, tidak ada gelombang atau arus yang mampu mempunyai kami menjauh. tujuan kita.”

Segera sesudah itu, Andrés bertemu dengan koki Ferran Adrià dari El Bulli, restoran ikonik tiga kali berbintang Michelin di Roses, Spanyol. Dia menghabiskan tiga th. selanjutnya di dapur pada puncak operasional restoran selanjutnya selama hampir 50 tahun. Hal ini menopang terhubung jalur bagi kesuksesan Andrés saat ia mendarat di New York, selanjutnya rubah ke Washington DC, di sedang meningkatnya permohonan bakal pengalaman kuliner yang unik GardaJP.

“Saya mendapat banyak pujian dikarenakan menjadikan Washington DC sebuah kekuatan, dan aku lakukan anggota aku saat aku tiba, namun kota ini sudah mempunyai kuliner yang luar biasa,” katanya. “Washington tidak dipandang sebagai kota kuliner yang hebat dibandingkan kota-kota lain, layaknya Chicago dan New York, namun sebenarnya, kota ini [sudah] amat kuat.”

Meski begitu, Andrés bakal mengklaim setidaknya lebih dari satu inovasi di bidang kuliner. Apa yang membedakannya dari tren kuliner yang ada, katanya, adalah pendekatannya: mencerminkan pengalaman emosional didalam kehidupan nyata di tiap-tiap piring. “Saat seseorang berkunjung ke Jaleo dan membeli kroket, mereka tidak cuma menyantap hidangan tapa yang amat ikonik di Spanyol, mereka juga menyantap hidangan dari era pasca-Perang Saudara. Jika ditelusuri lebih dalam, hidangan itu sendiri mampu bakal bicara perihal kondisi sosial dan politik di Spanyol, perang dan kelaparan keluarga berpenghasilan rendah dengan langkah yang lebih mendalam.”

Namun pada intinya, Andrés menyatakan restorannya mesti menjadi oase bagi pengunjung. “Kata [restoran] mempunyai banyak asal usul, namun salah satunya berasal dari ‘restorasi’ atau ‘restorasi’. Anda pergi ke restoran untuk memulihkan diri, terkadang secara fisik, emosional, dan spiritual di era lalu. Saya percaya pada lebih dari satu perihal restoran tetap layaknya itu hingga sekarang.”

Andrés juga melihat makanan sebagai sarana pergantian yang ampuh. Di luar dapur, ia mendapatkan panggilan didalam pengembangan WCK sesudah gempa besar th. 2010 di Haiti, yang menewaskan lebih dari 200.000 orang. Andrés, yang sudah menjadi ketua organisasi nirlaba DC Central Kitchen di Washington DC, melihat adanya kesempatan untuk membentuk sebuah organisasi internasional yang berfokus pada perlindungan segera lewat makanan.

“Saya adalah orang yang amat tidak sabaran, dan aku tidak senang melihat hal-hal di pinggir lapangan. Saya senang berada di didalam permainan – turun ke lapangan,” katanya. “[Di Haiti], kami melihat kehancuran di negara yang sudah amat miskin, dan aku berkata, ‘biarkan aku pergi untuk tidak amat banyak membantu, biarkan aku pergi untuk jadi belajar’, dan perlahan-lahan aku jadi studi bahwa perihal itu tidak membutuhkan bantuan. lebih dari hanyalah kemauan untuk mewujudkannya.”

Sejak th. 2010, WCK sudah menyajikan lebih dari 350 juta makanan di seluruh dunia lewat kemitraan dengan organisasi lapangan, dan mengaktifkan jaringan restoran lokal, truk makanan, dan dapur darurat. Pada th. 2019, Andrés dinominasikan untuk Hadiah Nobel Perdamaian atas pekerjaan kemanusiaannya.

Kunci untuk mengakibatkan perbedaan, kata Andrés, adalah mempunyai keyakinan bahwa Anda mampu mengimbuhkan pengaruh pada saat dibutuhkan, di mana pun Anda berada – dan manfaatkan kesempatan tersebut. “Tidak mesti pergi ke benua lain, Anda mampu melakukannya di negara Anda sendiri,” ujarnya. Jangan lupa cobain main games di situs yang pastinya sudah aman dan terpercaya banget yaitu GARDAJP.

Sederhananya, dia percaya tiap-tiap langkah menuju tindakan bakal menciptakan pengaruh nyata. Sejak kecil, dia sudah melihat hasil dari gerakan terkecil sekalipun. “Saya pikir selama hidup saya, aku amat beruntung. Ibu saya, seorang perawat, selalu berkata, ‘ayo bantu seluruh orang’ GardaJP. Maksud saya, semuanya,” katanya. “Kami bakal menopang sebuah keluarga yang mengalami era sulit, menopang seorang teman dikarenakan dia terluka… Apa pun yang kami lakukan, biarpun cuma sedikit, tidak bermakna apa-apa.”

Comments

No comments yet. Why don’t you start the discussion?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *